Untuk mengembangkan wilayah pemukiman, melanjutkan cita-cita ayahandanya, Buyut Jalalen memerintahkan kepada penduduk Pedukuhan Windu untuk membuka hutan di sebelah timur, namun penduduk tidak ada yang berani karena di hutan itu masih banyak binatang buas. Dibicarakannya masalah itu kepada menantunya yang bernama Buyut Arjani. Hal itu disanggupi oleh Buyut Arjani sebagai rasa bakti kepada ayah mertua juga kepada penduduk. Setelah mohon restu kepada mertuanya, berangkatlah Buyut Arjani bersama orang-orang pilihan membuka hutan sebelah timur Pedukuhan Windu untuk dijadikan pemukiman dan lahan pertanian.
Dengan bekal kesaktian yang dimilikinya, binatang buas yang ada di hutan itu tidak berani menggagu, maka terjadilah daerah pemukiman baru dan Buyut Arjani dijadikan penguasanya. Kemudian berdatanganlah penduduk dari daerah sekitarnya untuk bermukim dan bertani di daerah pedukuhan yang baru itu, dan di antara para pendatang itu yang bernama Buyut Semang beserta beberapa pengikutnya.